UA-118977225-3
Monthly Archives

February 2019

Mengasah Keterampilan Hidup di Alam Bebas

By | Berita SDIT, Kegiatan, Pramuka | No Comments

Dalam upaya peningkatan pengalaman dan mutu peserta didik yang taqwa, tangguh, tangkas dan teguh tim Pramuka SDIT Ummu’l Quro Depok mengadakan kegiatan Jambore. Kegiatan jambore yang dilaksanakan pada (28-30/01) bertempat di Bumi Kepanduan Sentul yang bertema “Tingkatkan potensi diri, galang persatuan untuk memimpin Indonesia”. Tema yang diangkat memiliki tujuan untuk meningkatkan karakter kemandirian, ketangguhan dan keterampilan, jiwa kepemimpinan, semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang dalam bingkai nilai-nilai ke Islaman serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Tri Satya dan Dasa Darma.

                                 

Konsep jambore kali ini dibuat berbeda dari kegiatan pramuka sebelumnya, karena jambore SDIT Ummu’l Quro Depok digabung dengan SMPIT Ummu’l Quro Depok dan dibuat mengikuti struktur pemerintahan. Struktur pemerintahannya terdiri dari Kota, Kecamatan (Kecamatan SD dan Kecamatan SMP), Kelurahan (Perregu), RW (Mentor), RT (Pinru).

Kegiatan Jambore ini diikuti oleh siswa kelas 4 dan kelas 5 yang berjumlah 188 siswa yang terdiri dari 8 regu akhwat dan 8 regu ikhwan memiliki motto yang padat yaitu “Cepat, Tepat, Kompak”. Cepat yang dimaksud adalah cepat dalam melaksanakan intruksi dan tepat dalam pelaksanaannya serta kompak dalam bekerja sama. Kompak tidak hanya menciptakan kerja sama yang baik, namun juga terjalinnya tali silaturahmi, persaudaraan dan ikut serta belajar mengokohkan persatuan dan kesatuan sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Sepanjang kegiatan berlangsung banyak hal yang akan terus teringat oleh UQids, mulai dari cuaca yang memberikan rasa dingin, serta tanah yang akan menjadi coklat tanah di telapak sepatu dan sandal UQids. Hal inilah yang menjadi warna-warni jambore selama 3 hari 2 malam yang membuat UQids berani untuk kotor-kotoran dalam mengikuti materi kepramukaan, games Nusantara Legend, dan Outbond. Materi kepramukaan dilakukan di hari pertama yang terdiri dari pos-pos yang akan dilakukan secara perregu dan bergilir. Pos-pos ini terdiri dari pos “KIM” (keterampilan, Indera-Me…), baris-berbaris, semaphore, dan sandi. Materi Kepramukaan ini membuat kekompakan UQids yang semakin kuat, karena tidak ada anggota yang boleh ketinggalan ketika memasuki pos selanjutnya. Pada malam pertamanya UQids menampilkan pensi (Pentas Seni) di tingkat kecamatan. Penampilan terbaik akan ditampilkan di tingkat kota pada malam ke duanya. Penampilan seni ini memberikan pengalaman dan pengetahuan kegiatan yang bersifat kreatif, rekreatif, inovatif. Kegiatan outbond dan games dilaksanakan di hari kedua yang didampingi oleh mentor yang sudah berbagi tugas disetiap pos. Di hari kedua sudah tergambar wajah-wajah Lillah dari UQids setelah melaksanakan games, sehingga UQids diberikan waktu untuk istirahat.

Padatnya kegiatan jambore hingga malam kedua tidak membuat semangatnya padam, seperti api unggun yang membara mengusir dinginnya cuaca di bumi kepanduan sentul. Karena pada malam ke dua UQids menampilkan pensi terbaik di tingkat kota dan dihiasi dengan acara api unggun. (WHR)